Bulan Ramadan sering kali menjadi momen berkumpul dengan teman dan keluarga, salah satunya melalui acara buka bersama (bukber). Namun kemeriahan bukber tak untuk semua orang. Bisa jadi bagi Moms yang bagi ibu rumah tangga, sering kali ada banyak pertimbangan yang membuat tidak bisa hadir dalam acara tersebut. Mulai dari kesibukan mengurus keluarga hingga kendala waktu. Daripada menodai tali silahturahmi karena kesilitan komunikasi waktu mau tolak ajakan bukber di luar, lebih baik Moms ikuti 10 cara nolak ajakan bukber berikut ini dengan sopan dan tetap menjaga hubungan baik:
Baca Juga: Gak Perlu ke Laundry, Ini Cara Mencuci Bed Cover yang Praktis
“Terima kasih sudah mengundang, sayangnya aku harus menyiapkan buka puasa untuk keluarga di rumah. Semoga acaranya lancar ya!”
Kalimat ini menunjukkan bahwa Moms menghargai ajakan mereka tetapi memiliki tanggung jawab utama di rumah.
“Wah, senang sekali diajak! Tapi aku sudah janji untuk berbuka bersama suami dan anak-anak di rumah. Semoga lain waktu bisa ikut ya.”
Ini menegaskan komitmen Moms kepada keluarga tanpa menyinggung perasaan orang yang mengundang.
“Sayang sekali aku nggak bisa ikut karena anak-anak masih kecil dan butuh perhatian saat berbuka. Nanti kita atur waktu lain buat ketemu, ya!”
Menjelaskan alasan dengan jujur dan menawarkan alternatif tetap menjaga hubungan baik.
“Maaf ya, aku nggak bisa gabung kali ini. Biasanya kalau Ramadan, aku lebih fokus ibadah dan waktu keluarga. Semoga tetap seru ya!”
Memberi tahu bahwa Ramadan menjadi momen khusus untuk keluarga dan ibadah.
“Terima kasih sudah mengajak, tapi aku lagi hemat karena banyak kebutuhan keluarga yang harus diutamakan. Nanti kita ngobrol-ngobrol setelah Lebaran, ya!”
Menyampaikan alasan finansial secara halus dan tetap terbuka untuk bertemu di lain kesempatan.
Baca Juga: 5 Fungsi Taplak Meja yang Jarang Diketahui
“Aduh, aku benar-benar ingin ikut, tapi urusan rumah tangga belum selesai kalau sore. Nanti aku kepikiran kalau meninggalkan semuanya. Have fun ya!”
Jujur bahwa urusan rumah tangga lebih duluan dan tetap menunjukkan antusiasme.
“Aku nggak bisa ikut bukber kali ini karena harus menemani orang tua di rumah. Kalian seru-seruan ya!”
Menyebutkan prioritas lain yang tetap bisa diterima secara wajar.
“Sayangnya aku sedang nggak enak badan akhir-akhir ini, jadi lebih baik istirahat di rumah. Selamat bukber ya, semoga menyenangkan!”
Alasan kesehatan selalu bisa dimengerti tanpa harus menjelaskan panjang lebar.
“Makasih banyak udah ngajak, tapi aku kurang nyaman buka puasa di luar karena ramai banget. Kapan-kapan kita ngopi bareng aja!”
Jujur tanpa membuat orang lain tersinggung dengan menawarkan alternatif.
“Kayaknya aku nggak bisa ikut deh, Ramadan ini aku lebih fokus ke ibadah di rumah. Tapi semoga acaranya sukses dan penuh berkah!”
Menegaskan prioritas tanpa menutup pintu silaturahmi.
Dengan memilih kata-kata yang tepat, Moms tetap bisa menemukan cara nolak ajakan bukber tanpa menimbulkan kesalahpahaman. Yang penting, pastikan penolakan tetap disampaikan dengan nada sopan dan apresiatif agar hubungan tetap terjaga dengan baik. Jika perlu, Moms juga bisa mencari cara nolak ajakan bukber yang sesuai dengan kondisi masing-masing agar lebih nyaman! –MR