5 Penyebab Bayi Terbangun di Malam Hari

Kehadiran Si Kecil mewarnai hari-hari Moms termasuk di malam hari. Moms dan Dads akan lebih sering begadang karena umumnya bayi terbangun di malam hari saat masih newborn.  Kondisi ini tidak akan terjadi seterusnya bila Si Kecil bisa tidur lebih lama di malam hari dibanding pada siang hari. Alasan Si Kecil terbangun bisa berbeda-beda. Maka dari itu, Moms perlu kenali apa yang membuat Si Kecil bangun tengah malam. Sehingga Moms dan Dads bisa mengatasi masalah jadwal tidur Si Kecil. Moms juga akan mendapatkan kembali waktu tidur yang berkualitas.

Baca Juga: Tips Cara Memilih Bantal Menyusui, Bantu Moms dan Si Kecil Nyaman

5 Penyebab Bayi Terbangun di Malam Hari

Kita memahami bahwa alasan bayi terbagun saat malam biasanya karena lapar dan ingin minum susu. Namun ternyata penyebab Si Kecil terbangun tidak hanya itu. Bisa jadi Si Kecil tiba-tiba bangun dikarenakan faktor lain. Berikut ini 5 penyebab Si Kecil sering terbangun di malam hari:

Rasa Tidak Nyaman

Si Kecil akan bangun bila dia merasa tidak nyaman. Hal yang membuatnya tidak nyaman bisa karena popok yang penuh, baju yang terlalu ketat, sedang tumbuh gigi, growth spurt, atau Si Kecil memang sedang tidak enak badan. Cari tahu apa yang membuat Si Kecil terbangun, lalu atasi penyebabnya, misalkan memasang popok baru, mengganti baju, dan menenangkan Si Kecil. Selain itu, jangan ajak Si Kecil untuk bercanda agar ia paham bahwa sudah saatnya untuk kembali tidur.

Lapar

Lapar umumnya jadi alasan utama Si Kecil terbangun di malam hari, terutama saat usianya di bawah 6 bulan. Lambung bayi masih berukuran kecil sehingga Moms perlu menyusui Si Kecil secara berkala. Selain itu, Si Kecil yang diberi ASI akan lebih cepat lapar dibanding bayi yang diberi susu formula (sufor). Karena ASI lebih mudah untuk dicerna yang membuat lambung Si Kecil cepat kosong.

Si Kecil akan menangis karena merasa lapar. Lalu ia akan menunjukkan tanda lain seperti mengisap jari tangan atau berusaha meraih payudara Moms. Supaya Si Kecil tidak sering terbangun malam, Moms bisa coba mencatat waktu Si Kecil biasa menyusu dan tidur. Kemudian berikan Si Kecil susu saat mendekati waktu tidurnya.

Lingkungan Tidur

Faktor yang menyebabkan bayi terbangun di malam hari bisa berasal dari kondisi tempat tidur atau kamar Si Kecil. Jika lingkungan tidurnya kurang mendukung Si Kecil akan mudah terbangun karena merasa tidak nyaman. Faktor lingkungan di antaranya yaitu, suhu kamar, cahaya lampu dan suara.

Suhu kamar yang terlalu panas atau terlalu dingin akan menyebabkan Si kecil terbangun. Bayi cukup sensitif dengan keadaan lingkungan sekitarnya Bila kamar Moms dengan Si Kecil menggunakan AC, atur di suhu 20-22 derajat celcius. Pakaikan Si Kecil baju katun dan selimut yang tidak terlalu tebal. Hati-hati jangan sampai Si Kecil overheating karena lapisan baju, kain, dan selimut yang menutupinya. Moms bisa memakaikan Si Kecil sleepsack saja.

Bantu Si Kecil tidur lebih nyenyak dengan membuat ruangan lebih gelap. Bahkan tidak masalah jika Moms mematikan lampu kamar. Karena sebenarnya bayi masih terlalu kecil untuk memahami rasa takut akan gelap. Justru ketika kamar gelap otak akan melepaskan hormon melatonin dan menjaga jam internal tubuh. Sekaligus mengenalkan Si Kecil malam dan siang.

Baca Juga: Mengapa Ada Bercak Kebiruan pada Bayi Baru Lahir?

Siklus Tidur

Bayi newborn memiliki waktu tidur 14-17 jam per hari. Jumlah waktu akan berkurang seiring bertambahnya usia Si Kecil. Total waktu tidur seharian ini dibagi menjadi waktu tidur saat siang dan malam. Namun bayi belum mengenal perbedaan waktu pagi dan malam. Hal tersebut membuat Si Kecil bisa terbangun di tengah malam dan tidur lelap di siang hari.

Pola tidur yang belum terbentuk ini membuat Moms sering begadang. Karena waktu tidur Moms dan Si Kecil jadi berlawanan. Supaya Si Kecil dapat tidur nyenyak sepanjang malam Moms bisa lakukan bedtime routine untuk membuat siklus tidur Si Kecil teratur.

Runititas Berubah

Meski sudah membuat bedtime routine, rutinitas yang berubah bisa tetap memengaruhi waktu tidur Si Kecil. Misalnya jika Si Kecil tidur lebih awal, pergi tidur lebih larut, lingkungan sekitar berubah, atau ketika Si Kecil sedang bepergian. Si Kecil belum memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan kebiasaan. Jangankan bayi, orang dewasa pun sulit untuk tidur saat menginap di tempat baru.  Hal yang perlu Moms lakukan adalah bantu menenangkan Si Kecil dan buat lingkungan sekitarnya nyaman untuk tidur.

Dengan mengetahui apa saja penyebab bayi terbangun di malam hari, Moms bisa lebih mudah mengenali alasan Si Kecil tiba-tiba terbangun. Juga jadi mengetahui cara membuat Si Kecil kembali tidur.

Jika memang Si kecil terbangun karena merasa tidak nyaman dengan tempat tidurnya, Moms bisa mulai mencari Kasur Bayi yang empuk. Buka hanya empuk tapi juga nyaman dan aman untuk Si Kecil. Moms bisa siapkan Kasur Kolam Specta series dari Mom’s Baby. Kasur memiliki tepian bumper yang tinggi dan sudah lengkap dengan bantal, guling, serta kelambu. Kasur juga bisa diubah jadi sofa, tempat  Si Kecil bermain dan belajar duduk.  Miliki sekarang! ~NJ