Melansir dari verywellmind arti co-parenting yaitu ketika kedua orang tua bekerja sama untuk membesarkan anak mereka, meskipun mereka sudah bercerai. Tujuannya untuk memastikan kesejahteraan anak terpenuhi dan tumbuh kembangnya tetap optimal. Walaupun kedua orang tua sudah tidak tinggal bersama, melalui co-parenting Si Kecil tetap bisa mendapatkan kasih sayang dan dukungan penuh.
Namun itu pun tergantung komitmen dari kedua orang tua. Karena co-parenting yang berhasil bisa terwujud jika orang tua yang sudah bercerai mau berkolaborasi, berkomitmen dan membuat strategi yang matang. Bila tidak, anak akan kebingungan menerima pola asuh yang tidak kompak dari orang tuanya. Juga besar kemungkinan hal tersebut memberikan pengaruh negatif pada pribadi si anak. Sebab perubahan dalam keluarga dan transisi figur orang tua merupakan hal yang sulit untuk anak-anak hadapi.
Baca Juga: Tips Cara Memilih Bantal Menyusui, Bantu Moms dan Si Kecil Nyaman
Hal yang Harus Orang Tua Lakukan untuk Menerapkan Co-Parenting
Seperti apa komitmen dan strategi yang perlu orang tua terapkan dalam co-parenting? Berikut ini hal-hal dasar yang harus orang tua bahas, sepakati dan lakukan bersama:
-
Menjadwalkan Kunjungan
Orang tua harus menyusun serta membagi jadwal kunjungan untuk memastikan kedua orang tua bisa menghabiskan waktu bersama Si Kecil. Misalnya pembagian jadwal saat hari kerja, akhir pekan setiap bulan, hari libur, acara ulang tahun dan momen khusus lainnya. Bahas juga kapan dan bagaimana orang tua bisa menghubungi anak saat sedang bersama salah satu di antara keduanya.
-
Menyusun Rutinitas yang Sama untuk Anak
Anak masih terpaku dengan jadwal rutin. Jadwal ini juga yang membantu tumbuh kembang Si Kecil. Maka dari itu, kedua orang tua harus menerapkan rutinitas yang sama untuk anaknya. Mulai dari jam tidur, waktu sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, batasan screen time sampai ke daftar makanan yang boleh dan tidak boleh untuk menjaga asupan nutrisi Si Kecil. Semuanya harus sama, baik saat Si Kecil sedang bersama Ayah atau ibunya.
-
Sepakat dalam Rencana Pendidikan Anak
Arti co-parenting dalam hal pendidikan yaitu orang tua harus sejalan dan tetap punya pandangan yang sama untuk rencana pendidikan Si Kecil. Jangan sampai perceraian orang tua mempengaruhi proses pendidikan Si Kecil baik pendidikan di rumah maupun dunia akademiknya. Orang tua mesti sepakat di mana Si Kecil akan bersekolah ke depannya. Bersedia membagi waktu untuk menghadiri pertemuan orang tua bersama guru, datang ke acara anak di sekolah dan bergantian mengambil rapor. Hal penting yang juga tidak boleh luput dari kesepakatan adalah pembagian tanggung jawab untuk membayar biaya sekolah Si Kecil.
-
Mengetahui dan Menjaga Kesehatan Anak
Masing-masing orang tua harus tahu kondisi kesehatan Si Kecil. Seperti riwayat penyakit dan alergi. Serta tahu bagaimana pertolongan pertama yang harus dilakukan saat Si Kecil sakit atau penyakitnya kambuh. Termasuk hafal jadwal cek rutin ke dokter dan bersedia untuk bergantian mengantar Si Kecil ke dokter.
-
Sepakat Tentang Kebutuhan Finansial Anak
Kesejahteraan Si Kecil harus tetap terjamin setelah orang tuanya berpisah. Karena itu pembahasan tentang biaya merawat Si Kecil harus dibicarakan secara terbuka hingga menghasilkan kesepakatan yang bisa diterima kedua orang tua.
Hal yang Tidak Boleh Orang Tua Lakukan dalam Co-Parenting
Ada juga beberapa hal yang mesti co-parent jaga supaya pola asuh bersama ini bisa berjalan dengan baik serta tidak banyak mempengaruhi tumbuh kembang Si Kecil. Setidaknya hindari tiga hal ini saat melakukan co-parenting:
-
Mengganggu rutinitas anak
Rutinitas anak setiap hari harus tetap terjaga konsisten. Karena rutinitas harian dapat menjadi sumber stabilitas dalam kehidupan Si Kecil dan memberikannya rasa nyaman.
Baca Juga: 5 Penyebab Bayi Terbangun di Malam Hari
-
Merendahkan Mantan Pasangan
Masalah atau perseteruan orang tua tidak boleh sampai ke telinga Si Kecil. Jangan sampai orang tua tidak menghormati mantan pasangan di depan anak-anak mereka. Misalnya dengan sengaja melanggar aturan yang sudah disepakati sebelumnya atau mengatakan hal jelek tentang mantan pasangan kepada anak-anak.
-
Membuat Anak Merasa Bersalah Menyayangi Orang Tua Tiri
Jangan sampai membuat Si Kecil merasa bersalah saat menghabiskan waktu dan menunjukkan rasa sayang kepada orang tua sambungnya. Beri kesempatan pada orang tua tiri untuk ikut terlibat dalam pengasuhan Si Kecil. Selama mereka tidak menyalahi pola asuh yang sudah diterapkan dan benar-benar bisa menerima juga menyayangi Si Kecil.
Arti co-parenting terdengar sederhana, tetapi penerapannya tidak bisa dikatakan mudah. Proses perceraian sendiri memakan banyak emosi, waktu dan energi. Namun demi kepentingan Si Kecil, orang tua yang bercerai harus mau saling menurunkan ego, lalu membuat komitmen bersama untuk membesarkan Si Kecil dengan baik. ~NJ