Drama Korea (drakor) yang sedang populer berjudul “Teach You A Lesson” memperlihatkan gambaran dunia pendidikan yang penuh masalah. Dari drakor yang tayang di Netflix ini kita bisa mendapatkan pelajaran parenting lewat berbagai jenis kasus yang berkaitan dengan anak. Karena meskipun latar tempat cerita berhubungan dengan lingkungan sekolah, tetapi sebenarnya akar masalah paling besar kembali ke orang tua. Pola asuh dan keteladanan orang tua, termasuk guru yang berperan menjadi ‘orang tua’ siswa di sekolah, memberikan dampak besar dalam membentuk karakter anak dan jalan hidup apa yang mereka pilih kelak.
“Teach You A Lesson” bercerita tentang Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP) di bawah Kementerian Pendidikan yang menangani berbagai masalah di lingkungan sekolah. Mulai dari perundungan, diskriminasi sosial, kekerasan pada anak, tekanan pada guru, sistem sekolah yang korup, tindakan kriminal, serta masalah orang tua yang toksik. Drakor ini berhasil mencuri perhatian masyarakat global dan masuk ke dalam daftar 10 besar tayangan terpopuler di Netflix. Alasan “Teach You A Lesson” sangat diminati bisa jadi karena masalah yang diangkat terasa relevan dengan kondisi nyata dunia pendidikan. Menunjukkan bahwa problem pendidikan itu beragam dan membutuhkan kerjasama yang kompak antara sekolah, orang tua serta pemerintah, untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung potensi anak-anak.
Baca Juga: Ini Bedanya Hasil USG Anak Perempuan dan Laki-Laki
5 Pelajaran Parenting yang bisa Diambil dari “Teach You A Lesson”
Selain melihat aksi Na Hwa Jin c.s. dan menyaksikan plot cerita yang menarik, Moms juga bisa mendapatkan pelajaran berharga sebagai orang tua. Berikut ini 5 nilai parenting yang akan membuat kita sebagai orang tua merenungkan diri:
-
Anak Meniru Cara Kita Memperlakukan Orang Lain
Sebagai orang tua kita perlu berhati-hati karena tanpa Moms sadari, anak meniru cara kita memperlakukan orang lain. Anak melihatnya dalam keseharian di rumah. Jadi sebelum menasehati bagaimana anak seharusnya bersikap, sadari dulu apakah Moms sudah mengajarkan Si Kecil cara berbicara dengan sopan, cara berempati, menghormati orang lain dan menghargai perbedaan. Cara mengajarkan yang paling efektif ialah melalui contoh teladan.
-
Biarkan Anak Menentukan Pilihannya
Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Termasuk soal memastikan masa depan Si Kecil yang terjamin. Hal ini seringkali membuat orang tua mengarahkan rencana masa depan anak tanpa melibatkan atau bahkan bertanya apa yang Si Kecil inginkan. Akhirnya anak ‘dipaksa’ untuk mengikuti jalan yang sudah orang tua siapkan dengan anggapan bahwa orang tua tahu apa yang terbaik untuk anak-anak mereka.
Drakor “Teach You A Lesson” menunjukkan apa yang akan terjadi jika orang tua memaksakan keinginannya terhadap anak. Anak-anak jadi ragu akan keputusannya sendiri, tidak memiliki cita-cita yang jelas karena sejak awal tidak diberi kesempatan untuk memilih. Bahkan tekanan orang tua sampai bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental anak.
-
Bangun Kedisiplinan Begitu Juga Kedekatan
Cara Na Hwa Jin mengatasi anak-anak yang terlanjur melakukan kenakalan dan menyimpang adalah lewat kedisiplinan. Dia menyusun aturan yang ketat dan menghukum dengan tegas siswa yang melanggar. Namun pelajaran parenting dari cara BPHP menghadapi para siswa bukan soal menindak kenakalan mereka. Melainkan Moms akan belajar bahwa, ketika orang tua membangun aturan, membiasakan anak untuk disiplin tetapi tetap membangun kedekatan, anak jadi tahu akan batasan.
Sebab yang membuat para siswa dalam drakor “Teach you A Lesson” bertindak melampaui batas adalah pembiaran dari orang dewasa di sekitarnya dan minimnya afeksi dari orang tua. Hal ini membuat anak mengekspresikan diri mereka lewat cara yang salah
-
Membiasakan Komunikasi Secara Terbuka
Sejauh mana Moms bisa percaya pada Si Kecil? Terlebih saat anak berkonflik dengan temannya. Percaya pada anak bukan berarti membela Si Kecil tanpa menilai situasi secara objektif. Moms harus bisa memastikan kapan Si Kecil berbicara jujur dan kapan Si Kecil berusaha mengelak karena takut disalahkan. Seringkali kepercayaan orang tua yang rendah pada anak-anak mereka, membuat anak jadi sulit untuk membuka diri, sekalipun mereka tidak bersalah.
Apabila Moms terbiasa membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Si Kecil akan merasa nyaman dan mudah menyampaikan perasaan mereka. Si Kecil akan merasa aman untuk bercerita dengan jujur soal masalah yang dihadapi, termasuk ketika Si Kecil mengakui kesalahan yang dia lakukan.
-
Biarkan Anak Belajar dari Kesalahan
Pelajaran parenting lainnya yang berharga dari “Teach you A Lesson” yaitu soal membiarkan anak belajar dari kesalahan. Supaya Si Kecil tahu apa konsekuensi dari pilihan yang dia ambil. Kemudian dari situ Si Kecil akan belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Bukan hanya kesalahan tetapi anak juga perlu belajar dari kegagalan. Agar Si Kecil memahami bahwa terkadang sesuatu tidak berjalan sesuai dengan yang dia inginkan atau yang sudah direncanakan. Setelah itu Si Kecil akan belajar untuk bangkit lalu kembali mencoba.
Baca Juga: 20 Nama Bayi Perempuan Terinspirasi dari Nama Bunga
Namun kenyataannya tak sedikit orang tua yang mencegah Si Kecil untuk mengalami kegagalan atau jatuh ke lubang salah. Cara ini malah membuat anak tidak mendapatkan pembelajaran yang berharga, takut untuk mencoba dan akhirnya tidak berkembang.
Dari awalnya menonton untuk hiburan, “Teach you A Lesson” justru membuat Moms mendapatkan pelajaran parenting yang begitu dalam. Drakor ini menyadarkan kita kembali bahwa mendidik anak adalah proses yang panjang dan membutuhkan keterlibatan banyak orang. Namun pengasuhan sejak kecil dalam keluarga lah yang memberikan pengaruh besar akan masa depan anak. ~NJ