Moms pernahkah mendengar keterangan kalau kecerdasan anak menurun dari ibu? Bahwa faktor penentu kecerdasan anak adalah genetik dari ibunya. Keterangan ini muncul berkaitan dengan hasil penelitian di masa lalu yang menyebutkan bahwa gen kecerdasan terbentuk dari kromosom X. Wanita mempunyai dua kromosom X sedangkan laki-laki hanya memiliki satu kromosom X. Ini berarti wanita berpeluang lebih besar dalam mewariskan kecerdasan pada anak, ketimbang laki-laki. Namun ternyata kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang genetika telah membantah teori tersebut.
Baca Juga: Jaga Si Kecil Tetap Sehat di Musim Kemarau Panjang
Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa kecerdasan anak menurun dari ibu itu tidak tepat. Kecerdasan terbentuk dari berbagai varian gen (poligenik) yang tersebar di seluruh DNA manusia. Sehingga gen kecerdasan tidak hanya berada dalam kromosom X, yang berarti Ayah juga memiliki kontribusi yang sama soal mewariskan kepintaran pada anak. Kontribusi gen terhadap tingkat kecerdasan anak berkisar 40-60 persen. Secara genetik orang tua mewariskan daya ingat, kecepatan berpikir dan potensi intelektual.
Faktor Lingkungan Menyumbang 50 Persen Kecerdasan AnakÂ
Jika faktor genetik hanya menyumbang separuh untuk tingkat intelektual anak, itu berarti genetik tidak menjadi faktor mutlak yang menentukan kecerdasan anak. Faktanya, faktor lingkungan bisa memengaruhi tingkat kecerdasan anak hingga 50 persen. Selain itu, hal yang perlu diingat adalah genetik orang tua menyumbangkan potensi kecerdasan, di mana jika potensi tersebut disia-siakan maka kecerdasan anak tidak akan berkembang. Sehingga meski anak terlahir dari orang tua yang cerdas, faktor lingkungan dapat menentukan apa gen kecerdasan itu aktif atau nonaktif.Â
Baca Juga:Â Alam Bersama Si Kecil! 5 Tempat Treking Seru di Bandung
Dalam hal ini yang termasuk faktor lingkungan yaitu nutrisi, kualitas tidur anak, interaksi sosial dan stimulasi dini.Â
- Nutrisi: Terpenuhinya asupan nutrisi, khususnya yang berperan penting dalam perkembangan sel otak seperti, protein, DHA dan vitamin B kompleks.
- Kualitas tidur: Anak harus tidur selama 8-10 jam setiap hari dengan jadwal teratur. Tidur yang berkualitas berperan dalam perkembangan kognitif dan memori
- Interaksi sosial: Dengan menciptakan lingkungan keluarga yang tanggap dan suportif, memberikan pendidikan yang berkualitas serta pengalaman yang beragam Â
- Stimulasi dini: Memberikan stimulasi di masa golden age anak (0 -5 tahun) dengan sensory play, membaca, permainan yang mengasah otak seperti puzzle dan legi serta diskusi kreatif, terbukti bisa meningkatkan koneksi antar sel saraf.
Setelah membaca ini Moms bisa menjelaskan kepada orang lain bahwa kecerdasan anak menurun dari ibu itu hanya mitos belaka. Ayah dan Ibu memiliki kontribusi yang sama besar dalam mewariskan kecerdasan. Bukan hanya lewat gen yang terbawa saat Si Kecil lahir, tetapi juga melalui asupan nutrisi baik yang cukup, stimulasi, perhatian dan pola asuh orang tua yang tepat. ~NJ