Salah satu ciri bayi tumbuh sehat adalah peningkatan berat badan dan tinggi badan. Cara mengukur pertumbuhan bayi yaitu memastikan penambahan berat badan dan tinggi badan sudah sesuai dengan usianya. Moms bisa mengetahui perkembangan ini saat pemeriksaan rutin bersama dokter spesialis anak. Namun Moms juga dapat melakukan pengukuran secara mandiri di rumah.
Mengukur pertumbuhan bayi memiliki beberapa manfaat di antaranya, mendeteksi dini masalah pertumbuhan seperti stunting dan wasting. Mencegah masalah gizi sehingga Moms bisa memberikan asupan nutrisi yang cukup untuk Si Kecil. Terakhir, pemantauan yang rutin membantu Moms memastikan Si Kecil tumbuh sesuai standar grafik pertumbuhan dari WHO.
Terdapat empat hal yang perlu Moms ukur yaitu, tinggi badan, berat badan, lingkar kepala dan lingkar lengan atas.
-
Cara Mengukur Tinggi Badan Bayi
Mengukur tinggi badan berguna untuk mendeteksi dini stunting, yaitu gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi, terlihat dari postur badan yang lebih pendek. Pastikan tinggi badan Si Kecil sesuai dengan standar tinggi badan bayi berdasarkan umur dan jenis kelamin. Karena tinggi badan anak laki-laki dan perempuan berbeda.
Kemudian saat mengukur sebaiknya gunakan alat ukur yang standar agar hasil pengukurannya akurat. Bagi Si Kecil yang berusia di bawah 2 tahun, gunakan infantometer. Cara mengukurnya dilakukan dalam posisi berbaring. Lakukan di permukaan yang datar, pastikan kepala Si Kecil tegak lurus dan bagian belakang tubuhnya menyentuh papan ukur
Baca Juga: Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan: Pelan Tapi Pasti
Sedangkan untuk bayi berusia di atas 2 tahun, Moms bisa memakai stadiometer dengan pengukuran dilakukan dalam posisi berdiri. Untuk mendapatkan hasil yang akurat Moms perlu memastikan beberapa hal berikut:
- Pengukuran dilakukan di atas lantai yang tidak berkarpet dan dinding harus rata.
- Minta Si kecil melepaskan sandal atau sepatunya
- Kemudian arahkan Si Kecil untuk berdiri tegak dengan kaki lurus dan rapat. Tangan ditaruh di samping, bahu harus sejajar dengan tubuh menempel ke dinding. Selain itu pastikan Si Kecil melihat lurus ke depan. Setelah itu baru Moms bisa melihat tinggi badan Si Kecil pada stadiometer
- Jika tidak ada stadiometer, Moms bisa memanfaatkan dinding rumah. Gunakan penggaris atau benda yang datar, taruh di atas kepala Si Kecil lalu tandai pada dinding. Kemudian ukur ketinggian dari titik yang sudah ditandai sampai ke bawah.
-
Cara Mengukur Berat Badan Bayi
Berat badan juga menjadi patokan untuk mengukur pertumbuhan Si Kecil. Hasil penimbangan yang akurat bisa didapat jika Moms menggunakan timbangan khusus bayi yang biasa kita temukan di rumah sakit. Namun karena melakukannya di rumah Moms bisa coba trik berikut:
- Timbang berat badan Moms. Sebaiknya gunakan timbangan digital agar bisa mendapatkan angka desimal
- Kemudian naik lagi ke timbangan badan sambil menggendong Si Kecil. Pastikan Si Kecil mengenakan pakaian yang tipis atau sebaiknya buka dulu baju Si Kecil.
- Catat hasil penimbangan kemudian kurangi berat badan Moms bersama Si Kecil dengan Berat badan Moms sendiri. Selisihnya merupakan berat badan Si Kecil.
Bagi anak yang sudah bisa berdiri dengan stabil, penimbangan berat badan dapat langsung dilakukan.
- Minta Si Kecil berdiri di atas timbangan
- Pastikan Si Kecil melepas alas kaki, sweater atau pakaian tebal lainnya
- Bantu Si Kecil berdiri dengan memegang tangannya. Setelah Si kecil sudah stabil berdiri, lepas pegangan Moms
- Catat berat badan Si Kecil
-
Cara Mengukur Lingkar Kepala Si Kecil
Mengukur lingkar kepala bertujuan untuk memantau perkembangan otak Si Kecil ini merupakan salah satu cara mengukur pertumbuhan bayi. Yaitu dengan memastikan ukuran kepala tidak terlalu kecil ataupun terlalu besar. Jika hal tersebut terjadi maka bisa dipastikan ada gangguan kesehatan pada anak. Cara mengukurnya cukup mudah:
- Moms bisa menggunakan pita ukur yang fleksibel
- Letakkan pita ukur melingkari kepala Si Kecil, tepatnya di atas alis dan telinga, karena area ini merupakan bagian terluas dari kepala
- Pastikan Moms tidak merekatkan pita terlalu ketat tapi juga jangan terlalu longgar.
Moms perlu memantau lingkar kepala Si Kecil sampai usianya 2 tahun, tapi cukup lakukan per tiga bulan sekali.
-
Cara Mengukur Lingkar Lengan Atas Si Kecil
Lingkar lengan atas juga perlu diukur untuk memastikan Si Kecil tidak mengalami wasting yaitu kondisi saat berat badan anak lebih rendah dari tinggi badannya, sehingga terlihat amat kurus. Kondisi ini dapat mengindikasikan bahwa anak mengalami kekurangan gizi atau gizi buruk. Cara mengukur lingkar lengan yaitu, ukur pada lengan bagian kanan, lingkarkan pita di antara pundak dan siku. Berdasarkan standar WHO ukuran lingkar lengan yang normal pada anak usia 3-24 bulan adalah 12-16 cm.
Setelah tahu cara mengukur pertumbuhan bayi, praktikan hal ini di rumah agar Moms bisa memantau tumbuh kembang Si Kecil. Meski begitu tetap rutin periksa perkembangan Si Kecil ke dokter anak agar mendapatkan hasil observasi lengkap dan saran untuk bantu menstimulasi tumbuh kembangnya.
Baca Juga: Waspada! Ini 5 Risiko Bahaya di Dapur yang Mengintai
Snobby Baby Temani Tumbuh Kembang Si Kecil
Masa 1000 hari pertama kehidupan Si Kecil adalah momen pertumbuhan yang krusial. Moms tentu ingin memastikan Si Kecil tumbuh sehat. Snobby Baby pun ingin memastikan Si Kecil selalu merasa nyaman di setiap kegiatan yang Moms lalui bersamanya. Dari mulai bangun tidur hingga terlelap tidur di malam hari, Snobby Baby akan temani keseharian Si Kecil dan Moms dengan produk perlengkapan bayi yang multifungsi, praktis dan penuh warna. Cek selengkapnya di sini!