Ketahui 4 Tanda Anak Mengalami Stres dan Cara Mengatasinya

Bukan hanya orang dewasa, Si Kecil pun bisa mengalami stres. Beberapa tanda anak mengalami stres bisa Moms temukan dengan jelas. Atau mungkin selama ini Moms hanya menganggapnya kerewelan biasa saja yang justru sebenarnya ungkapan Si Kecil merasa tertekan. Padahal penyebab Si Kecil tertekan bisa maca-macam. Misalkan jadwal yang berubah-ubah, pindah rumah, ada anggota keluarga yang meninggal, hewan peliharaan mati, punya adik baru, terpisah dari  Moms dan Dads untuk waktu yang lama dan kondisi tidak terduga lainnya. Semua hal itu ternyata sebuah penyesuaian besar yang bisa membuat Si Kecil merasa takut, lelah hingga sakit.

Supaya Moms bisa membantu Si Kecil untuk kembali tenang dan merasa aman, kenali dulu tanda-tanda Si Kecil mengalami stress. Setidaknya dengan memerhatikan 4 hal berikut:

Baca Juga: Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Cek Faktanya!

  • Menempel Terus

Tanda anak mengalami stres paling mudah dilihat dari sikap Si Kecil yang ingin terus menempel pada Moms (clingy). Awalnya Si Kecil terlihat tenang dan anteng bermain, tetapi tiba-tiba melarang Moms untuk pergi. Dalam situasi ini Si Kecil sebenarnya sedang mengalami kecemasan berpisah dengan orang tua (separation anxiety). Misalnya saat mengantar Si Kecil ke daycare, dia tiba-tiba menangis dan menolak.

Ketika Si Kecil ingin terus menempel, Moms bisa coba berikan mainan kesukaannya atau kasih satu tugas untuk mendistraksi perhatian Si Kecil. Cara lain yang bisa Moms lakukan adalah memberitahu dengan jelas kapan Moms akan kembali. Misalnya Moms baru kembali ke rumah siang hari, katakan pada Si Kecil Moms akan ada di rumah saat Si Kecil bangun dari tidur siang. Trik tambahan yang tidak kalah penting yaitu ketika hendak berpamitan lakukan dengan lembut dan sesingkat mungkin.

  • Tidur Terganggu

Hampir semua anak mengalami kondisi sulit tidur dengan alasan yang beragam. Misalnya karena batuk pilek, sedang tumbuh gigi, mimpi buruk atau kelelahan. Namun yang jelas perubahan pola tidur yang tiba-tiba bisa jadi tanda anak mengalami stres. Begitu juga sebaliknya Si Kecil akan stres jika mengalami kelelahan (overtired) karena jadwal tidur yang tidak konsisten.

Maka dari itu cara untuk membantu mengatasi gangguan tidur pada Si Kecil adalah dengan membuat jadwal tidur yang rutin setiap hari. Jam Si Kecil pergi tidur malam dan durasi tidur siang yang sama setiap hari akan membangun pola tidur yang baik untuk kesehatan Si Kecil. Selain itu hindari makanan manis dengan kandungan gula yang tinggi saat malam hari. Kemudian matikan TV dan gadget lainnya sebelum masuk waktu tidur Si Kecil. Ciptakan suasana yang hening, nyaman dengan pencahayaan yang redup agar Si Kecil bisa tidur nyenyak.

  • Perubahan Perilaku 

Moms bisa mengenali kondisi stres pada Si Kecil ketika terjadi perubahan perilaku atau yang disebut dengan behavioral regression yaitu di mana Si Kecil kembali melakukan kebiasaan lama yang sudah tidak pernah dia lakukan lagi contohnya mengisap jempol. Penyebab regresi perilaku pada Si Kecil bisa karena adanya perubahan besar seperti pindah ke rumah baru atau kelahiran adik bayi.

Baca Juga: Tanda Bayi Cukup ASI, New Mom Wajib Tahu

Perubahan dalam kehidupan adalah sesuatu hal yang pasti. Bantu Si Kecil beradaptasi dengan hal-hal baru yang terjadi dalam hidupnya. Dengan cara memberikan lebih banyak perhatian, pastikan Si Kecil merasa dia penting dan dibutuhkan. Karena curahan kasih sayang dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan mengatur diri sendiri (self-regulation). Yang nantinya membuat Si Kecil lebih fleksibel serta tangguh menghadapi perubahan.

  • Melakukan Perilaku yang Repetitif

Jika Moms menemukan Si Kecil melakukan perilaku repetitif seperti menggigit kuku, menggaruk kulit atau memelintir ujung rambut, itu juga bisa jadi tanda anak mengalami stres. Si Kecil melakukannya untuk mencoba menenangkan diri dari tekanan. Hal pertama yang perlu Moms lakukan adalah jangan langsung memarahi Si Kecil atau memaksanya berhenti, sebab anak kecil belum mempunyai kemampuan yang baik dalam mengendalikan diri.

Cobalah cari momen yang tepat untuk mengajak Si Kecil ngobrol dengan tenang. Supaya Moms bisa bertanya pada Si Kecil apa yang sedang dia khawatirkan atau apa yang membuatnya takut. Kemudian Moms bisa coba ajarkan Si Kecil cara menenangkan diri seperti menarik napas dalam-dalam, membayangkan hal menyenangkan dan mengatakan kata-kata positif contohnya “Aku bisa”, “Aku berani”.

Seorang anak kecil juga bisa merasakan khawatir dan takut. Dia mengekspresikannya lewat tangisan dan perilaku yang berubah. Selama ini Moms mungkin berpikir itu hanya bentuk kerewelan, tetapi jika Moms menemukan empat tanda di atas kemungkinan besar Si Kecil bukan rewel melainkan mengalami stres. Segera cari tahu penyebabnya dan cobalah untuk menenangkan Si Kecil. Serta jangan ragu untuk meminta bantuan ahli dari dokter spesialis anak dan psikolog anak. ~NJ