Merawat anak-anak setiap hari sambil berjibaku dengan pekerjaan rumah. Ditambah rutinitas di luar atau pekerjaan yang tak mungkin Moms dan Dads tinggalkan. Tidak heran apabila Moms dan Dads mengalami Parental Burnout. Merasa lelah secara fisik dan mental, ditambah hanya tersedia sedikit waktu untuk orang tua merilis stresnya. Jika dibiarkan begitu saja maka akan berdampak pada kesehatan orang tua dan pengasuhan Si Kecil. Untuk itulah Moms perlu mengetahui cara mengatasi parental burnout.
Sebelum itu kenali dulu 4 dimensi yang menandakan apakah orang tua mengalami burnout atau tidak. Sebab tidak selamanya rasa lelah atau penat bisa dikatakan sebagai burnout. Moms bisa dikatakan mengalami parental burnout jika:
- Merasa kelelahan dalam menjalankan peran orang tua
- Menjadi sosok orang tua yang kontras berbeda dari diri mereka sebelumnya
- Merasa jenuh dengan peran orang tua
- Menjauhkan diri secara emosional dengan anak-anak.
Baca Juga: Jangan Sepelekan! 9 Dampak Kekurangan Vitamin C pada Anak
Jika Moms merasakan 4 tanda ini, sebaiknya segera cari cara untuk mengatasi burnout. Ketika Moms membiarkannya terus berlarut dia akan menjadi bom waktu yang berbahaya.
5 Cara Mengatasi Parental Burnout
Selama ini mungkin Moms merasa lelah, kurang tidur, cemas hingga emosi naik turun adalah hal biasa yang dapat selesai dengan tidur yang cukup. Namun tidak sesederhana itu. Kenyataannya waktu tidur Moms memang sering kurang sedangkan masalah dan sumber stresnya justru tidak tersentuh. Sebaiknya lakukan 5 cara mengatasi parental burnout di bawah ini:
-
Tidak Terlalu Kritis Terhadap Diri Sendiri
Orang tua sering dihantui perasaan ‘belum melakukan yang terbaik’ atau ‘belum menjadi orang tua yang baik untuk Si Kecil’. Perasaan ini muncul terutama saat orang tua kelelahan, kelepasan memarahi anak dan ketika banyak pekerjaan rumah yang belum selesai. Meski begitu, cobalah untuk tidak mengkritik diri sendiri apalagi sampai menghakimi diri secara berlebihan.
Justru hal yang perlu Moms lakukan adalah bersikap baik dan lembut terhadap diri sendiri saat menghadapi kesulitan bahkan kegagalan. Tanamkan dalam pikiran bahwa tidak ada orang tua atau anak yang sempurna. Moms sudah berusaha sebaik mungkin. Ketika berpikir lebih positif Moms akan akan terdorong untuk lebih memerhatikan kebutuhanmu sendiri, lebih percaya diri dalam mengasuh Si Kecil dan memiliki pola interaksi yang lebih positif.
-
Ceritakan Hal yang Membuatmu Lelah
Menceritakan kesulitan menjalankan peran orang tua akan membantu Moms dan Dads merilis stres. Namun harus diakui bahwa sulit bagi orang tua untuk terbuka menyampaikan keluh kesahnya. Karena tekanan dan penilaian lingkungan pada akhirnya membuat orang tua malu untuk bercerita. Orang tua dianggap berlebihan sampai mendapat penghakiman. Karena itulah penting untuk menemukan komunitas yang membuat Moms merasa diterima, nyaman dan aman untuk berbagi cerita. Moms bisa coba bergabung dengan komunitas orang tua yang menghadapi kondisi yang sama baik secara virtual maupun luring.
-
Lakukan Self-Care
Orang tua seringkali menempatkan kebutuhan sendiri di urutan terakhir karena mendahulukan kepentingan anak dan keluarga. Bahkan tak jarang orang tua menganggap kegiatan self-care menyita waktu berharga di tengah tanggung jawab mengasuh Si Kecil. Padahal merawat diri sendiri bukan berarti egois. Justru bisa mengurangi sikap kritis terhadap diri dan ampuh mengatasi stres. Moms perlu ingat bahwa penyebab burnout adalah terlalu banyak stres dan kurang sumber daya untuk mengatasinya.
Aktivitas self-care tidak selalu tentang pergi berlibur atau rekreasi. Moms dapat menciptakan waktu istirahat yang singkat (microbreaks) untuk memulihkan diri. Cari tahu apa yang bisa membuat Moms merasa lebih rileks. Misalnya duduk di sofa ternyaman sambil minum kopi atau teh favoritmu, merawat tanaman rumah, membuat handcraft, atau menonton series kesukaanmu.
-
Buat Perubahan Kecil
Cara mengatasi parental burnout yang bisa Moms coba adalah melakukan perubahan kecil yang lebih mudah dilakukan. Sumber stres Moms mungkin sesuatu seperti anak yang picky eater atau suami yang terlalu sibuk. Faktor besar yang membuat Moms stres selama ini. Tetapi daripada hanya fokus ke hal besar, Moms bisa coba melakukan perubahan kecil dan menjadi lebih fleksibel.
Contohnya jika hari ini Moms kewalahan dengan pekerjaan rumah yang banyak, serahkan beberapa ke Dads. Serta libatkan anak yang lebih besar untuk membantu membuang sampah, mengelap meja atau pekerjaan lain yang aman untuk Si Kakak lakukan. Sedangkan untuk Si Adik yang picky eater, coba ajak dia menyiapkan makanan bersama. Contoh lain, jika Moms tidak sempat menjemput anak dari sekolah, minta tolong teman yang juga wali murid siswa untuk menjemput Si Kecil. Kuncinya adalah berusaha untuk tetap seimbang dan fleksibel.
-
Meningkatkan Kemampuan Parenting
Salah satu tanda parental burnout adalah ketidaksesuaian antara cara Moms mengasuh Si Kecil dulu dan sekarang. Moms merasa menjadi orang yang berbeda, tetapi bagaimana jika situasinya yang memang tidak sama? Seiring Si Kecil bertumbuh masalah dan tantangan yang Moms hadapi tentu akan berbeda. Maka cobalah untuk menambah ilmu parenting dengan membaca buku tentang pengasuhan anak, mengikuti seminar, bergabung ke dalam komunitas orang tua, mengikuti kelas parenting di sekolah anak maupun di luar. Termasuk menemui tenaga ahli seperti konselor dan terapis. Selain mendapatkan ilmu baru Moms juga akan memperoleh kepercayaan diri dalam mengasuh Si Kecil.
Baca Juga: Mengenal Parental Burnout, Kelelahan dalam Mengasuh Anak
Menjalankan peran orang tua memang tidak pernah mudah. Moms menyadari betul bahwa sedari awal Si Kecil hadir, rutinitasmu akan berubah banyak. Namun perasaan terjebak dalam rutinitas yang membuatmu stres harus dihentikan. Moms dapat melakukan 5 cara mengatasi parental burnout di atas. Kenali apa yang menjadi sumber stresmu, ceritakan apa yang membuat Moms resah dan jangan lupa untuk merawat dirimu sendiri. Karena orang tua yang sehat secara mental akan membesarkan anak yang bermental kuat.
Bagi Moms yang mencari komunitas untuk berbagi cerita sekaligus meningkatkan pengetahuan akan dunia parenting, Moms bisa bergabung ke Komunitas Dibbies Club. Parent community Hub yang aman dan seru untuk Moms berbagi pengalaman. Moms juga bisa mendapatkan berbagai keuntungan, eksklusif untuk member. Klik di sini untuk bergabung! ~NJ