Bagaimana cara mengenalkan Si Kecil dengan angka? Orang tua pada umumnya terbiasa mengajarkan anak mereka berhitung satu sampai sepuluh untuk tahap awal. Ternyata sebelum mengajak anak berhitung, Si Kecil harus mengenal dulu kemampuan pra-matematika. Sama halnya dengan belajar makan, Moms tentu tidak langsung memberi Si Kecil makanan padat, tetapi dimulai dari makanan lembut, lalu sedikit bertekstur, baru setelah itu makanan yang bisa dikunyah. Begitu juga dengan belajar matematika, prosesnya harus bertahap.
Mengutip dari Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, pra-matematika adalah kemampuan menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan pola, urutan, klasifikasi, ukuran, bilangan, korespondensi satu-satu, dan geometri. Namun saat pelaksanaannya pra-matematika seringkali tidak terlihat seperti aktivitas berhitung. Meski begitu, Si Kecil tetap membutuhkan kemampuan pra-matematika untuk menyiapkan diri, sebelum belajar materi yang lebih rumit di bangku sekolah dasar hingga menengah.
Baca Juga: Langkah Awal Mengajari Anak Matematika, Bikin Si Kecil Suka dengan Matematika
7 Kemampuan Pra-Matematika
Moms bisa mengajarkan Si Kecil matematika di rumah sebelum dia mulai sekolah. Buat kegiatan belajar jadi permainan menyenangkan menggunakan benda-benda yang ada di rumah atau mainan edukatif. Si Kecil akan menganggapnya sebagai aktivitas bermain padahal Moms sedang mengajarkan konsep dasar matematika. Ajarkan Si Kecil 7 kemampuan berikut ini:
-
Mencocokkan (Matching)
Ajarkan Si Kecil mengenali objek yang serupa di sekitarnya. Misalnya mencari gelas plastik berwarna sama atau mencocokkan roti coklat. Moms juga bisa mencetak satu lembar berisi gambar susunan 5 barang yang sama di kiri dan kanan tapi dengan urutan berbeda. Kemudian ajak Si Kecil menggambar garis untuk menghubungkan gambar objek yang sama di kanan dan kiri.
Dari permainan mencocokkan Si Kecil akan belajar konsep korespondensi satu-satu, meningkatkan konsentrasi dan memori visual. Juga Si Kecil bisa belajar tentang persamaan, perbedaan dan belajar memperhatikan detail.
-
Menyortir (Making Sets & Sorting)
Melalui kegiatan menyortir Si Kecil akan belajar tentang cara membedakan, memilah dan mengenali barang yang sama. Moms bisa mulai dari mengajarkan Si Kecil membuat rangkaian warna dan bentuk yang sama.
Langkah selanjutnya meminta Si Kecil memilih objek dari jenis yang sama. Contohnya, Moms mencetak 5 gambar barang yang ada di kamar tidur dan 3 barang lain yang tidak berkaitan. Kemudian minta Si Kecil untuk menandai mana saja barang yang biasanya ada di dalam kamar tidur.
-
Memilih dan Memisahkan yang Berbeda (Picking The Odd One Out)
Setelah Si Kecil belajar menyortir dan mengelompokkan objek, Si Kecil akan memiliki kemampuan mengenali objek yang berbeda. Termasuk memahami mana saja barang miliknya dan mana yang bukan. Kemampuan ini sangat berguna ketika Si Kecil mulai sekolah nanti.
Cara melatihnya bisa dengan Moms menyodorkan mainan mobil-mobilan Si Kecil beserta satu atau dua mainan karakter hewan. Kemudian minta Si Kecil untuk mencari mainan yang bukan termasuk mobil-mobilan. Moms bisa coba lagi menggunakan jenis objek yang berbeda.
-
Menghitung Objek dalam Grup (Counting Group Objects)
Kemampuan pra-matematika selanjutnya adalah mengajak Si Kecil berhitung tapi berdasarkan klasifikasi grup. Contohnya Moms mencetak gambar 5 keranjang buah yang masing-masing memiliki jumlah berbeda. Misalnya 5 pisang, 2 semangka, 4 apel, 3 jeruk, dan 5 stroberi. Kemudian ajak Si Kecil untuk menghitung masing-masing keranjang buah. Lebih menyenangkan lagi jika Moms dan Si Kecil menggunakan objek yang nyata seperti pom-pom, stik es krim berwarna, soft toys dan lain-lain.
-
Membandingkan (Comparison)
Konsep pra-matematika yang satu ini bisa dilakukan sedini mungkin, yaitu mengajarkan Si Kecil perbandingan. Seperti besar kecil, sedikit banyak, berat ringan, tebal tipis, panjang pendek, dingin panas dan lain-lain. Moms bisa memanfaatkan objek yang sama di sekitar Si Kecil seperti barang sehari-hari di rumah, mainan Si Kecil, atau dengan lembar kerja bergambar.
-
Menyusun Berurutan (Ordering)
Setelah Si Kecil mahir melakukan perbandingan, kemampuan selanjutnya adalah menyusun objek secara berurutan. Dari yang kecil ke besar atau dari yang sedikit ke yang lebih banyak. Kemampuan ini akan membantu Si Kecil menghitung dengan benar dan memilah objek berdasarkan ukuran panjang, berat atau tinggi.
Baca Juga: Paternity Leave: Cuti Ayah saat Ibu Melahirkan
Moms bisa memanfaatkan mainan seperti pom pom. Taruh pom pom di dalam wadah dengan jumlah yang berbeda. Kemudian minta Si Kecil mengurutkan pom pom dari yang jumlahnya paling sedikit sampai paling banyak.
-
Menulis Pola Angka (number patterns)
Langkah terakhir setelah Si Kecil belajar mencocokkan, menyortir, memilah, membandingkan dan menyusun adalah menulis pola angka. Caranya adalah gambar di atas kertas sebuah pola berurutan menggunakan bentuk kotak dan lingkaran. Misalnya bentuk pertama gambar kotak, bentuk kedua gambar lingkaran, dan bentuk ketiga gambar kotak lagi. Ulangi gambar yang sama hingga 3 baris. Lalu minta Si Kecil meneruskan pola tersebut. Selanjutnya Moms bisa mengganti bentuk dengan angka. Contohnya menulis angka pola 2,4 dan 6 atau 1,0,10.
Setelah Moms membekali Si Kecil kemampuan pra-matematika, pembelajaran matematika dasar tidak akan terkendala. Sebab Si Kecil sudah belajar tentang konsep matematika dan cara memecahkan masalah. Ini merupakan langkah stimulasi dini untuk perkembangan kognitif Si Kecil yang bisa Moms lakukan di rumah. Serta akan Si Kecil temui juga saat masuk level pre-school. Selain memberikan kemampuan dasar, pra-matematika juga membuat Si Kecil jadi lebih percaya diri dan suka dengan matematika atau setidaknya tidak merasa takut saat berhadapan dengan materi berhitung.
Ciptakan suasana menyenangkan seolah mengajak Si Kecil bermain. Atau kaitkan berbagai aktivitas dengan pengenalan akan angka. Moms bisa manfaatkan mainan anak untuk jadi alat peraga misalnya memakai Stacking Toys dan Tissue Box, yang bukan hanya membantu Si Kecil mengenali konsep matematika tapi juga menstimulasi perkembangan sensori dan motorik halus. ~NJ