Bahaya Asap Rokok Pada Bayi: Bikin Pernapasan Terganggu Sampai SIDS

Secara umum kita bisa memahami bahwa kebiasaan merokok berbahaya untuk kesehatan tubuh. Namun yang perlu kita sadari adalah asap rokok juga berbahaya untuk orang-orang di sekitar terutama pada anak-anak. Bahaya asap rokok pada bayi bisa membuat Si Kecil mengalami gangguan pernapasan sampai meninggal dunia.

Asap rokok mengandung zat kimia berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida dan karsinogen atau yang dikenal sebagai zat pemicu kanker. Saat orang dewasa mengisap rokok di dalam rumah, zat-zat berbahaya tersebut akan menyebar dan menempel di barang-barang di sekitarnya. Menempel pada sofa, baju, karpet, furniture, peralatan dari stainless steel dan termasuk barang-barang Si Kecil. Butuh waktu sekitar beberapa minggu hingga berbulan-bulan lamanya untuk kontaminasi zat ini terlepas ke udara, udara yang sama yang juga bisa dihirup oleh Si Kecil.

Baca Juga: Cara Merapikan Isi Kulkas ala Konmari 

Dampak Buruk Asap Rokok pada Si Kecil

Asap rokok yang terhirup Si Kecil bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang juga berisiko menghilangnya nyawanya. Moms harus tahu 5 dampak buruk dari asap rokok jika sampai masuk ke dalam tubuh mungil Si Kecil:

  • Pneumonia dan Bronkitis

Pneumonia dan Bronkitis adalah penyakit gangguan pernapasan. Bisa terjadi ketika muncul peradangan yang disebabkan virus, bakteri atau jamur. Bronkitis disebabkan oleh infeksi virus pada bronkus sedangkan pneumonia diakibatkan oleh infeksi bakteri pada alveolus. Paparan asap rokok membuat Si Kecil rentan terserang peradangan saluran pernapasan. Karena zat-zat berbahaya pada rokok bisa mengiritasi saluran pernapasan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

  • Infeksi Telinga

Infeksi telinga atau Otitis media adalah infeksi  yang menyerang telinga bagian tengah atau tepatnya di belakang gendang telinga. Penyebabnya bisa dari infeksi virus atau bakteri. Jika Si Kecil sering terkena asap rokok maka Si Kecil lebih rentan terserang otitis media. Kebiasaan Si Kecil minum susu pakai botol sambil tidur berbaring juga bisa jadi pemicunya. Gejala anak yang mengalami infeksi telinga akan terlihat rewel, tidak nafsu makan dan sulit tidur saat malam hari.

  • Menghambat Pertumbuhan Paru-paru

Si Kecil masih dalam masa pertumbuhan. Semua organ di dalam badannya membutuhkan asupan yang sehat agar berkembang dan berfungsi secara optimal. Asap rokok bisa memperlambat pertumbuhan paru-paru. Nantinya dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius, dari gangguan pernapasan ringan sampai  kegagalan fungsi paru

  • Masalah Pernapasan Ketika Dewasa

Seperti yang sudah disebut di awal bahaya asap rokok pada bayi bisa menyebabkan Si Kecil mengalami gangguan pernapasan. Contohnya Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), ISPA, Bronkitis, Pneumonia, hipersensitivitas saluran napas, memperparah gejala asma dan meningkatkan risiko terkena kanker paru.

  • SIDS

SIDS singkatan dari Sudden Infant Death Syndrome atau sindrom kematian mendadak pada bayi di bawah usia satu tahun. Sebenarnya penyebab SIDS tidak bisa diketahui secara pasti, sering terjadi saat bayi tidur. Namun untuk bayi yang sering terpapar asap rokok, risiko mengalami SIDS jauh lebih tinggi.

Asap rokok memberikan efek buruk pada anak-anak. Meskipun Si Kecil terbilang perokok pasif (secondhand smoke) tapi zat kimia berbahaya dari rokok tetap masuk ke dalam tubuhnya. Baik itu saat ada orang dewasa yang merokok di dekatnya atau Si Kecil menghirup secara tidak langsung dai benda yang sudah terpapar asap rokok.

Hindari Si Kecil  dari Asap Rokok

Untuk menghindari bahaya asap rokok pada bayi, Moms harus menjauhkan Si Kecil dari sumbernya. Jika di rumah ada perokok maka solusi terbaik adalah berhenti merokok demi menjaga kesehatan keluarga khususnya Si Kecil. Namun memang bagi sebagian besar perokok butuh waktu serta komitmen yang kuat untuk melakukannya.

Baca Juga: Moms, Yuk Kenalkan Si Kecil pada Gunung Berapi Lewat Letusan Gunung Lewotobi!

Solusi sementara bisa dengan memastikan kebersihan udara di rumah. Moms perlu menjaga sirkulasi udara tetap berjalan baik dengan rutin  membuka jendela dan pintu di pagi hari atau memasang exhaust fan. Bersihkan ruangan dalam rumah menggunakan vacum yang memiliki  HEPA filter. Lap furnitur dan mainan Si Kecil dengan kain basah, terutama untuk jenis mainan yang mudah masuk ke dalam mulut Si Kecil. Ketika berada di luar rumah pastikan Moms dan Si Kecil menjauhi tempat yang banyak terpapar asap rokok. Tidak perlu sungkan untuk menegur orang lain yang hendak menyalakan rokok di dekat Si Kecil. Gunakan gendongan yang nyaman dan dilengkapi penutup hoodie untuk menjauhkan Si Kecil dari polusi udara, kaya Gendongan SSC M Shape Fox Series kalau Si Kecil masih di bawah usia 6 bulan bisa pakai yang Gendongan SSC breathable series. ~NJ