Paternity Leave: Cuti Ayah saat Ibu Melahirkan

Selain menjadi suami siaga menjelang persalinan, Dads bisa mengambil cuti saat Moms melahirkan. Adanya cuti Ayah ini agar suami bisa menemani istri sewaktu melahirkan dan membantu merawat Si Kecil. Cuti untuk Ayah termasuk cuti berbayar (paid leave) yang berarti perusahaan tetap membayar gaji karyawan pada periode waktu yang diambil untuk cuti. Meski begitu paternity leave masih kurang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Secara umum kebanyakan orang hanya mengetahui adanya cuti melahirkan untuk pegawai perempuan.

Ketentuan paternity leave sudah memiliki dasar hukum meskipun jumlah harinya masih sangat sedikit. Dalam UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pada pasal 93 ayat 4 huruf (e), menyebutkan bahwa karyawan berhak mendapatkan cuti selama dua hari untuk menemani istrinya yang melahirkan atau keguguran. Namun ada juga perusahaan yang memberikan cuti untuk Ayah lebih dari aturan yang berlaku, misalnya dua minggu sampai satu bulan. Hal ini boleh disesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahan, yang pasti perusahaan wajib memberikan jatah paternity leave untuk karyawannya.

Baca Juga: Cara Merapikan Isi Kulkas ala Konmari 

Dibandingkan dengan negara lain, kebijakan cuti untuk Ayah di Indonesia masih terbilang minim. Jepang, Australia, Singapura memberikan paternity leave selama kurang lebih satu bulan. Malaysia bahkan sudah menerapkan aturan cuti Ayah selama 7 hari, kebijakan baru yang berlaku sejak tahun 2023. Sedangkan pemerintah Indonesia masih dalam tahap membahas Rancangan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) dengan usulan periode cuti untuk Ayah jadi 40 hari.

Manfaat dari Cuti Ayah untuk Keluarga

Memangnya mengapa Ayah memerlukan paternity leave? Rutinitas akan berubah banyak setelah bayi lahir. Moms dan Dads akan mengalihkan perhatian untuk merawat Si Kecil, yang membutuhkan banyak waktu. Namun di saat yang bersamaan Moms dan Dads tetap harus bekerja. Fase ini membuat Moms dan Dads harus beradaptasi dengan perubahan yang drastis. Rasanya melelahkan meskipun dikerjakan berdua, apalagi jika hanya Moms seorang diri.

Berikut ini beberapa manfaat dari cuti untuk Ayah berdasarkan hasil survei Mckinsey terhadap 130 Ayah baru di sepuluh negara pada tahun 2021 :

  • Memperkuat Hubungan

Para suami menyadari hubungan mereka dengan pasangan mengalami peningkatan. Kehadiran Ayah bisa mencegah postpartum pada ibu. Dampak positifnya lebih dari sekadar membagi tugas rumah tangga, tetapi Moms bisa mendapatkan dukungan emosional dari Dads yang  hadir di masa awal Si kecil lahir. Yaitu fase melelahkan merawat bayi sebagai orang tua baru

  • Membangun Aturan Pola Asuh Sejak Awal

Ketika cuti, Dads akan menyadari segala macam kebutuhan Si kecil dan bersama Moms belajar cara merawat bayi untuk pertama kalinya. Dads pun akan mulai berpikir rencana pola pengasuhan seperti apa yang akan keluarga kecilmu terapkan. Kedepannya Dads akan terlibat lebih aktif dalam parenting sehingga muncul pembagian tanggung jawab yang lebih setara antara Moms dan Dads

  • Membangun Bonding Lebih Kuat dengan Anak

Si Kecil akan merasakan kehadiran Ayah yang membuat ikatan antaranya dengan Dads menjadi lebih kuat sejak awal. Hal ini akan membentuk hubungan yang dekat bertahun-tahun ke depan. Si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang lebih terbuka kepada Ayahnya.

  • Mendukung Karir Pasangan dan Finansial Keluarga

Dengan mengambil cuti itu artinya Dads juga hadir untuk Moms yang sangat mungkin mengalami stress dan rasa tidak percaya diri untuk kembali bekerja nantinya. Paternity leave ini bukan hanya tentang mengenal dekat anak di usia yang krusial, tetapi juga tentang berkomitmen pada hubungan yang lebih adil. Di negara dengan jumlah hari paternity leave yang lebih banyak, cuti para Ayah membantu Moms kembali ke kantor dengan kondisi mental yang lebih siap. Para ibu yang berkarir tidak merasa kehilangan identitas mereka sebagai pekerja profesional dan tidak  juga kehilangan nilai mereka sebagai seorang ibu.

  • Menjadi Bersemangat saat Kembali Bekerja

Studi menemukan bahwa para Ayah yang menghabiskan waktu bersama anak-anak menunjukkan peningkatan kebahagiaan dan kepuasaan yang kemungkinan besar terbawa ke tempat kerja. Dads jadi lebih termotivasi, produktif, dan bekerja dengan efisien. Karena setelah memiliki anak Dads bisa merasakan betapa berharganya waktu. Selain itu karyawan laki-laki yang mendapatkan paternity leave mempertimbangkan untuk tetap  bekerja di perusahaan lebih lama.

Baca Juga: Bahaya Asap Rokok Pada Bayi: Bikin Pernapasan Terganggu Sampai SIDS

Cuti Ayah membuat Dads bisa hadir di tengah keluarga saat momen penting. Yaitu kehidupan awal Si Kecil yang membutuhkan banyak perhatian dan masa pemulihan Moms sehabis persalinan. Ini juga merupakan fase adaptasi akan pola hidup yang berubah.  Dads yang akan mengambil cuti sebaiknya pastikan dulu aturan terkait cuti melahirkan di kantor tempatmu bekerja. Komunikasikan pada atasan dan rekan kerja lainnya kapan Dads akan mengambil cuti. Selain itu, sebelum mengambil cuti pastikan pekerjaan Dads telah selesai atau beritahu yang lain kepada siapa tugas-tugasmu akan dialihkan sementara.

Selain mempersiapkan paternity leave, Dads juga perlu dukung Moms mempersiapkan diri menyambut Si Kecil. Dengan memberikan perlengkapan bayi yang dibutuhkan seperti Bedding set untuk Si kecil dan Bantal Menyusui yang nyaman buat Moms dari Vee and Mee. Produk perlengkapan bayi yang sudah teruji antibakteri. Setiap produk Vee and Mee dilengkapi teknologi Activ Guard+ yang ampuh mematikan virus dan bakteri penyebab bau.   ~NJ