Jaga Si Kecil Tetap Sehat di Musim Kemarau Panjang

Wilayah-wilayah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau secara bertahap. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau panjang yang lebih kering akan terjadi di tahun 2026 ini. Ditambah adanya fenomena El Nino Godzilla yang  dapat memicu perubahan cuaca ekstrem seperti kekeringan dan suhu yang lebih panas. Ketika menghadapi cuaca ekstrem, masalah kesehatan sering terjadi terutama pada anak-anak yang rentan akan kondisi perubahan iklim.

Orang tua perlu melakukan langkah-langkah pencegahan juga cara perawatan yang tepat, supaya Si Kecil tetap terjaga sehat sepanjang musim kemarau. Berikut  ini 5 hal yang harus Moms lakukan mulai dari sekarang:

Baca Juga: Yuk Jelajah Alam Bersama Si Kecil! 5 Tempat Treking Seru di Bandung

  • Penuhi Asupan Cairan 

Pastikan Si Kecil mendapat asupan cairan yang cukup untuk terhindar dari kondisi dehidrasi. Karena saat suhu naik, cuaca akan terasa lebih panas yang membuat risiko  Si Kecil terkena dehidrasi jadi lebih meningkat. Selain itu, air akan membantu menjaga fungsi jantung, sirkulasi darah dan suhu tubuh tetap normal. Sumber asupan cairan untuk Si Kecil bisa dari ASI (full ASI untuk bayi di bawah 6 bulan), makanan yang kaya kandungan air dan air mineral. 

  • Terapkan pola makan sehat. 

Jaga asupan makanan yang seimbang setiap hari. Isi piring Si Kecil dengan protein, sayuran, biji-bijian dan buah-buahan yang cukup. Tujuannya untuk mendukung pertumbuhan, memberi energi dan menjaga sistem imun tubuh tetap kuat. Sehingga Si Kecil tidak mudah jatuh sakit selama musim kemarau panjang.

  • Lindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari Berlebih

Sinar matahari memang bermanfaat untuk tubuh karena dapat memicu produksi vitamin D secara alami. Vitamin D bagus untuk kesehatan tulang dan gigi.  Namun paparan sinar matahari yang berlebih dapat memicu iritasi, sunburn, merusak mata dan memicu dehidrasi. Oleh karena itu hindari aktivitas yang terlalu lama di luar rumah pada siang hari. Sebelum pergi, aplikasikan tabir surya (sunscreen) khusus anak, pakaikan topi, jaket atau payung untuk menjaga agar kulit Si Kecil tidak terkena sinar matahari langsung

  • Menjaga kebersihan diri

Ajarkan Si Kecil cara menjaga kebersihan diri. Karena saat musim kemarau kita akan lebih mudah berkeringat. Keringat dan suhu panas dapat meningkatkan risiko infeksi kulit. Tunjukkan bagaimana cara mencuci tangan yang benar. Minta Si Kecil untuk segera mandi dan berganti baju setelah selesai bermain. 

  • Hindari tempat-tempat berdebu 

Ketika musim kemarau panjang datang, hujan akan semakin jarang turun. Kondisi tersebut bisa membuat udara jadi lebih kering dan muncul banyak debu, yang pada akhirnya meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan. Jadi sebaiknya hindari tempat-tempat berdebu. Jika Moms perlu pergi keluar, pakaikan Si Kecil masker untuk perlidungan tambahan. Selain itu, udara di dalam rumah juga harus dijaga tetap bersih dan pastikan ruangan tidak lembap.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Gigitan Nyamuk, Lindungi Si Kecil Sepanjang Hari

Prediksi akan datangnya musim kemarau panjang membuat kebanyakan orang merasa khawatir. Namun dengan melakukan persiapan, mitigasi dan mencari tahu informasi yang tepat, Moms beserta keluarga dapat melalui musim kemarau dengan baik. 

Supaya Moms bisa menggendong bebas gerah saat musim kemarau, ada Mom’s Baby Gendongan Hipseat + SSC Specta Series yang dilengkapi fitur airflow system. Pada bagian depan body panel terdapat material jaring (mesh) yang membuat sirkulasi udara berjalan dengan lebih lancar. Cek fitur lengkapnya di sini.