Bun, Ajarkan Anak Laki-laki Menghargai Perempuan dengan Cara Ini

Sampai saat ini kekerasan dan pelecehan pada perempuan masih menjadi masalah yang sulit terselesaikan. Jika menelusuri penyebab banyaknya kasus kekerasan pada perempuan, akarnya ada pada pendidikan anak di keluarga. Orang tua sangat berperan untuk mengajarkan anak laki-laki menghargai perempuan. Bagaimana sikap dan pemahaman seorang laki-laki terhadap perempuan bisa dipengaruhi oleh kebiasaan serta cara pandang yang anak kira lazim, karena terjadi di lingkungan sekitarnya.

Oleh karena itu Moms, penting untuk orang tua menanamkan pemahaman dan mengajarkan sikap yang benar pada anak laki-laki. Meski anak-anak baru memahami konsep berempati dan menghormati di usia 8-9 tahun, Moms sebenarnya bisa mulai mengajarkan anak laki-laki cara menghargai perempuan dari usia 5 tahun. Karena di usia ini anak sudah mengenal konsep “kalau aku ingin diperlakukan baik, maka aku juga harus memperlakukan orang dengan baik”.

Baca Juga: Jangan Abaikan! 7 Tanda Kehamilan di Luar Rahim

Cara Ajarkan Anak Laki-laki Menghargai Perempuan

Mengajarkan anak laki-laki untuk menghargai perempuan bukan hanya tentang bagaimana cara bersikap sopan. Tetapi anak juga harus mengerti soal batasan, bisa mendengarkan dengan baik, serta jauh dari perilaku yang merendahkan perempuan. Berikut ini beberapa cara yang bisa Moms lakukan:

  • Memberi Contoh agar Menjadi Panutan

Langkah pertama yang paling mendasar adalah menjadi panutan untuk anak-anak di rumah. Moms dan Dads perlu menunjukkan sikap saling menghormati, menghargai dan membantu, termasuk melakukan pekerjaan rumah bersama-sama. Sehingga akan tertanam dalam benak anak laki-laki bahwa perbedaan gender tidak membuat salah satu jadi lebih diistimewakan, justru harus setara.

  • Biasakan Anak untuk Mandiri

Baik itu anak perempuan maupun anak laki-laki orang tua harus melatih kemandirian mereka. Mengajarkan mereka tugas-tugas sederhana seperti merapikan mainan, mengenakan baju sendiri, mengambil minum dan mainannya sendiri, menyiapkan buku sekolah dan lain sebagainya. Latih sesuai perkembangan usia anak. Dengan begitu setelah dewasa anak sudah terbiasa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.

  • Ajarkan Anak Pekerjaan Rumah

Cara agar anak laki-laki menghargai perempuan yaitu kenalkan dia pada pekerjaan rumah. Sehingga nanti anak tidak mengindentikan pekerjaan domestik (memasak, mencuci, bersih-bersih) sebagai tugas perempuan saja. Anak laki-laki juga harus tahu cara mencuci baju, menyapu dan mengepel lantai, bahkan memasak. Caranya, biarkan Si Kecil membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan dan usia mereka. Seperti mencuci piring, mengelap meja, memotong sayur (menggunakan pisau kayu yang aman untuk anak), atau pergi belanja ke warung.

  • Beri Anak Ruang untuk Berekspresi

Ciptakan ruang yang aman untuk Si Kecil berekspresi di tengah keluarga. Jangan melarang anak laki-laki menangis atau memaksa mereka untuk tampil kuat. Menangis merupakan reaksi alami yang terjadi saat seseorang sedih, entah dia laki-laki atau perempuan.

Selain itu, tersedianya ruang yang aman untuk berekspresi membuat anak lebih leluasa saat ingin menyampaikan pendapat di tengah keluarga. Karena di luar rumah anak terkadang mengalami tekanan dari teman sebaya, yang membuat mereka  merasa tidak nyaman untuk mengungkapkan pandangan. Harapannya anak juga bisa ikut menciptakan ruang yang aman untuk teman-temannya menyampaikan pikiran. Atau setidaknya anak memiliki pemahaman bahwa setiap orang boleh mengekspresikan diri dan berpendapat, termasuk teman-teman perempuannya.

  • Mengajarkan Bahasa yang Baik

Anak laki-laki yang menghargai perempuan tidak akan berbicara dengan bahasa kasar. Mereka akan menjaga ucapan, tidak memakai kata umpatan bahkan tidak mudah meninggikan suara. Orang yang menggunakan kata kasar cenderung memandang lebih rendah lawan bicaranya. Tidak ada rasa hormat yang membuat mereka harus menjaga ucapan.

Karena itu orang tua harus mengajarkan Si Kecil untuk selalu menghargai dan menghormati orang lain. Jangan pernah menggunakan bahasa yang kasar atau kata-kata umpatan di hadapan anak. Jika anak ketahuan mengucapkan bahasa yang kasar, tindak dengan tegas dan berikan penjelasan bahwa bahasa kasar itu tidak baik dan bisa menyakiti orang lain.

  • Mengawasi Konten yang Dikonsumsi 

Moms juga perlu mengawasi konten digital yang anak konsumsi di smartphone dan TV. Jika orang tua tidak memerhatikan hal tersebut, anak bisa melihat konten kekerasan dan pornografi yang kadang dikemas menjadi hiburan dalam bentuk video pendek, cerita dan game. Moms harus mengatur screen time anak, memasang parental lock di gawai dan menginstal game sesuai kelompok umur.

Baca Juga: Ketahui Fitur WhatsApp Baru yang Bantu Jaga Privasi Anak

Dengan melakukan enam cara di atas, anak laki-laki di keluarga Moms akan memiliki pandangan bahwa pria dan wanita itu setara. Anak bisa memahami bahwa candaan dan sikap kasar yang ditujukan kepada perempuan bukan tindakan yang benar. Hal tersebut bisa melukai perasaan, fisik dan kehormatan perempuan. Dengan adanya pemahaman seperti ini mudah bagi anak laki-laki menghargai perempuan. Kasus kekerasan pada wanita pun akan menurun secara signifikan. Memang membutuhkan waktu yang lama, tetapi langkah-langkah ini akan menjadi solusi jangka panjang. ~NJ