Setiap pekerja laki-laki yang baru memiliki anak berhak mengambil cuti ayah untuk menemani pasangannya melahirkan dan membantu merawat Si Kecil (paternity leave). Menurut UU No.13 Tahun 2023 tentang ketenagakerjaan, karyawan laki-laki berhak mendapatkan cuti yang dibayar selama 2 hari. Namun perusahaan umumnya dapat menyesuaikan dengan aturan internal mereka, sehingga ada yang memberikan jatah paternity leave lebih banyak dari ketentuan wajib pemerintah. Misalnya ada yang memberi jatah cuti 1 sampai 2 minggu atau bahkan lebih. Meskipun harus diakui praktiknya masih jarang dilakukan.
Cuti melahirkan untuk karyawan perempuan memang lebih umum dibanding pegawai laki-laki. Ada anggapan bahwa Dads tidak bisa banyak membantu dalam merawat bayi atau khawatir berpengaruh pada pemasukan jika harus cuti. Padahal dengan mengambil cuti ayah, Dads bisa mendapatkan banyak manfaat, bukan hanya manfaat baik untuk keluarga tapi juga untuk Dads sendiri. Seperti membangun bonding yang kuat dengan Si Kecil, memperkuat hubungan dengan pasangan, membangun dasar pola asuh dan membuat Dads lebih termotivasi saat kembali bekerja.
Baca Juga: Cara Seru Mengajarkan Anak Sholat
5 Hal yang Perlu Dads Persiapkan Sebelum Mengambil Cuti Ayah
Sebelum mengambil cuti, Dads perlu mempersiapkan beberapa hal. Supaya Dads bisa merawat Si Kecil dengan tenang selama masa cuti. Melansir dari babycenter.com berikut 5 hal yang sebaiknya Dads lakukan:
Hubungi HRD Perusahaan
Hubungi HRD di kantor untuk membicarakan rencana cuti Ayah. Beritahu pihak perusahaan paling lambat 30 hari sebelumnya. Dads tidak perlu ragu untuk bertanya bagaimana kebijakan perusahaan terkait cuti ayah, jumlah harinya dan kebutuhan administrasi apa saja yang perlu dibuat.
Perkirakan Waktu Mengambil Cuti
Ayah sudah menjadi suami siaga sejak Moms mengandung, terutama ketika semakin mendekati hari persalinan. Membuat Dads selalu bersiap dengan kondisi darurat. Dads perlu pertimbangkan kapan akan mengambil cuti. Atau cari tahu apa yang mesti dilakukan saat di hari tersebut Dads harus mengambil cuti karena Moms akan melahirkan. Mengingat jumlah cuti ayah yang umumnya masih terbatas. Jadi pastikan paternity leave dipakai di waktu yang benar-benar Dads dan keluarga butuhkan.
Bertanya ke Karyawan yang Pernah Mengambil Cuti Ayah
Dads bukan orang pertama yang melalui hal ini, maka cobalah bertanya pada rekan kerja yang pernah mengambil cuti Ayah juga. Dads bisa bertanya tentang hal teknis yang harus dilakukan, bagaimana kondisi pekerjaan saat ditinggal cuti dan hal-hal lain yang membuat Dads masih bingung.
Selesaikan Pekerjaan dan Komunikasikan dengan Rekan Kerja
Sampaikan rencana cuti ke teman kerja satu tim. Beritahu juga siapa pegawai yang akan bertanggung jawab sementara di posisi Dads. Selain itu usahakan Dads menyelesaikan pekerjaan sebelum mengambil cuti. Susun catatan dan langkah-langkah kerja, yang bisa rekan gunakan untuk pekerjaan yang sifatnya harian atau yang tenggat waktunya berdekatan dengan HPL Moms.
Gunakan Waktu Cuti Sebaik Mungkin
Ketika sedang cuti, Dads mungkin akan tergoda untuk mengecek email dan grup whatsapp kantor. Tidak apa-apa jika dilakukan sesekali untuk mengecek kabar, tetapi usahakan sebaik mungkin Dads hadir sepenuhnya untuk Moms dan Si Kecil. Sebab, hari-hari pertama di rumah bersama bayi akan terasa melelahkan karena waktu tidur yang berantakan, tapi juga terasa menyenangkan dengan kehadiran bayi mungil di tengah keluarga. Dads juga harus membantu Moms mengurus rumah, mengangkat barang, termasuk merawat Moms yang sedang masa pemulihan dan fokus menyusui.
Peran ayah di hari pertama Si Kecil lahir sangatlah penting. Menemani Moms melakukan persalinan sampai mengurus Si Kecil yang baru lahir. Untuk itulah cuti ayah diperlukan, agar Dads bisa fokus dulu mengurus keluarga di momen-momen penting. Meski sayangnya aturan jumlah minimal cuti Ayah masih minim yaitu 2 hari, tetapi tak sedikit kantor atau perusahaan yang memberikan pegawai laki-laki hak paternity leave lebih banyak.
Baca Juga: Apa Arti Co-Parenting? Hal Penting yang Tidak Boleh Luput Saat Orang Tua Bercerai
Sedikit atau banyaknya jumlah paternity leave, Dads harus memanfaatkannya dengan baik. Lakukan persiapan sebelum mengambil cuti Ayah, supaya Dads bisa meninggalkan kantor tanpa merasa khawatir dan merawat keluarga dengan tenang. ~NJ