Tidak tega rasanya melihat Si Kecil kesulitan buang air besar (BAB). Si Kecil akan terlihat tidak nyaman dan terus menangis. Penyebab bayi sulit BAB umumnya karena sembelit, yaitu gangguan pencernaan yang membuat frekuensi BAB jadi menurun, kotoran (feses) keras dan kering, atau muncul sensasi buang air besar yang belum tuntas.
Namun ada pula kondisi wajar di mana bayi jarang BAB, yaitu ketika Si Kecil masih newborn. Bayi berusia 1-4 bulan akan BAB 3 sampai 4 kali sehari, tetapi pup sekali dalam seminggu pun masih dianggap hal yang normal untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Hal ini karena saluran pencernaan bayi dapat menyerap hampir semua nutrisi dari ASI, sehingga kotoran yang keluar hanya sedikit. Bayi juga akan cenderung jarang BAB saat pertama kali mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Karena organ pencernaannya masih beradaptasi memproses makanan padat.
Baca Juga: Mengapa Bayi Suka Ngulet? Yuk Kenali Penyebabnya
Karena itu, Moms perlu memastikan apakah Si Kecil jarang BAB masih dalam kondisi wajar atau akibat sembelit. Moms dapat mengetahui Si Kecil mengalami sembelit atau tidak melalui beberapa tanda umum. Si Kecil mengalami sembelit apabila perutnya terasa keras saat ditekan, feses keras dan mengeluarkan aroma tajam, BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu, serta kehilangan nafsu menyusu atau makan.
Penyebab Bayi Sulit BAB
Si Kecil bisa terkena sembelit ketika ada perubahan pada pola makan dan aktivitas sehari-hari. Berikut ini penjelasan apa saja faktor yang membuat Si Kecil bisa sembelit:
-
Perubahan Pola Makan
Penyebab paling umum dari menurunnya frekuensi bayi pup adalah perubahan pola makan. Yaitu ketika bayi beralih dari ASI ke susu formula atau saat Si Kecil mulai mengonsumsi makanan padat. Sistem pencernaan bayi masih beradaptasi dengan masuknya jenis makanan baru.
-
Kekurangan Cairan
Ketika Si Kecil kekurangan asupan cairan, feses akan menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Umumnya terjadi saat bayi mulai mengonsumsi makanan padat yang tidak diimbangi dengan cukup minum. Bisa juga penyebabnya karena cuaca yang panas.
-
Kandungan Zat Besi pada Susu Formula
Susu formula yang memiliki kandungan zat besi cukup tinggi terkadang dapat menyebabkan bayi sembelit. Hal ini bukan berarti susu formula tidak aman untuk bayi atau kualitasnya rusak, tetapi lebih karena sistem pencernaan bayi yang mungkin tidak cocok dengan susu formula tersebut
-
Kurangnya Aktivitas Fisik
Jika Si Kecil kurang banyak bergerak, lebih banyak berbaring dalam waktu lama, pergerakan di dalam ususnya pun akan melambat. Gerakan tubuh seperti menendang-nendang atau merangkak bisa bantu melancarkan proses pencernaan.
-
Kondisi Medis Tertentu
Dalam kasus tertentu sembelit bisa disebabkan oleh kondisi medis. Misalnya karena ada gangguan di sistem pencernaan atau sistem saraf, yang memengaruhi pergerakan usus. Apabila bayi terus sembelit disertai gejala lain seperti muntah, pembengkakan di perut dan lainnya, lebih baik segera periksakan Si Kecil ke dokter.
5 Cara Atasi Bayi Sulit BAB
Mengatasi bayi sembelit bisa melalui beberapa cara, tetapi yang perlu Moms pastikan adalah kebutuhan nutrisi Si Kecil tercukupi dan menjaga sistem pencernaannya berfungsi optimal. Lakukan 5 hal di bawah ini:
-
Tingkatkan Asupan Cairan
Tubuh kekurangan cairan bisa membuat Si Kecil sulit BAB. Karena sistem pencernaan bekerja menyerap cairan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, termasuk kotoran di dalam usus. Hal ini yang membuat feses bayi jadi mengeras dan sulit keluar. Sebenarnya untuk bayi yang masih full ASI, kebutuhan cairan tubuh sudah terpenuhi lewat ASI. Setelah Si Kecil mulai makan makanan padat, beri Si Kecil air putih secara bertahap sekitar 60-120 ml per hari, tetapi itu pun tergantung usia bayi dan saran dari dokter.
-
Beri Si Kecil Makanan Kaya Serat
Ketika Si Kecil mulai MPASI, beri dia makanan tinggi serat seperti puree buah pepaya, pir atau apel kukus. Juga puree sayuran lunak seperti brokoli dan labu kuning. Serat dapat menarik air ke dalam usus yang membuat tinja lebih lunak, jadi lebih mudah dikeluarkan. Selain itu sebaiknya jangan memberi Si Kecil nasi atau pisang saat sedang sembelit. Beri Si Kecil gandum atau jelai yang bisa bantu mengatasi kesulitan BAB
-
Memijat Perut Si Kecil
Pijat perut Si Kecil searah jarum jam menggunakan ujung jari. Cara ini dapat merangsang pergerakan usus dan bantu mendorong kotoran keluar. Gelarkan matras yang empuk dan lembut lalu pijat perut Si Kecil secara perlahan untuk membuatnya merasa nyaman. Selain itu gerakkan kaki Si Kecil seperti sedang mengayuh sepeda untuk membantu merangsang kerja usus. Lakukan selama beberapa menit setelah Si Kecil selesai makan atau minum untuk bantu memperlancar pencernaan.
-
Buat Si Kecil Aktif Bergerak
Ternyata mengajak Si Kecil aktif bergerak juga jadi cara atasi bayi sulit BAB yang cukup ampuh. Jika Si Kecil sudah bisa merangkak ajak dia melakukan permainan seperti berusaha meraih benda, membuat gerakan melingkar dan lain sebagainya. Namun bagi bayi yang belum bisa merangkak, bantu Si Kecil menggerakkan kaki seperti sedang bersepeda barusan, juga termasuk aktivitas fisik yang bermanfaat.
-
Perhatikan Kandungan Susu Formula
Bagi bayi yang minum susu formula dan sering mengalami sembelit, bisa jadi kandungan tertentu dalam susu formula tidak cocok dengan sistem pencernaan Si Kecil. Moms perlu berganti ke merk susu formula lain yang lebih aman, tetapi konsultasikan dulu ke dokter spesialis anak sebelum Moms membeli produk yang beda.
Baca Juga: 4 Dasar Penting Tumbuh Kembang Anak yang Optimal
Selain itu hindari memberi Si Kecil obat pencahar dan obat sembelit lainnya jika tidak ada anjuran dari dokter. Bawa Si Kecil ke dokter jika Moms melihat tanda-tanda seperti Si Kecil tidak BAB selama 3-5 hari, pup berdarah, Si Kecil tampak kesakitan saat ingin BAB. Serta perut terlihat kembung dan Si Kecil tidak mau makan atau minum.
Meski begitu 5 langkah sederhana di atas sebetulnya sudah cukup ampuh untuk atasi bayi sulit BAB. Masalah sembelit Si Kecil bisa selesai tanpa pemberian obat. Pastikan Moms terus memonitor frekuensi Si Kecil BAB dan bentuk atau konsistensi feses yang keluar. ~NJ