Bencana bisa datang kapan saja. Ada yang dapat diketahui gejalanya sehingga terprediksi risikonya, tapi ada yang terjadi tiba-tiba. Namun kita semua tahu bahwa perubahan iklim yang tidak menentu memperparah dampak dari bencana. Moms pernah kebingungan bagaimana menjelaskan bencana pada anak? Mungkin juga Si Kecil sudah menyaksikan kabar tentang bencana yang terjadi di Sumatra saat ini? Bagaimana cara membicarakannya dengan Si Kecil yang mulai paham dan banyak bertanya?
Pemahaman anak-anak akan dunia masih berkembang. Sehingga ketika terjadi peristiwa bencana alam, rasa aman dan stabilitas anak-anak akan terganggu. Terlepas mereka terkena dampak langsung atau tidak. Si Kecil kemungkinan besar akan merasa takut, sedih dan khawatir, di sini lah orang tua sangat berperan dalam membantu Si Kecil memproses emosinya. Hal yang perlu Moms lakukan ada menjelaskan secara nyata kondisi yang sedang terjadi dalam bahasa yang mudah dimengerti Si Kecil.
Baca Juga: Cara Membuat Biopori di Rumah, Siap Hadapi Hujan
Cara Menjelaskan Bencana pada Anak, Mendorong Empati dan Mitigasi
Bumi tidak pernah diam, dia bergerak secara alami membentuk rupa lewat fenomena alam seperti gempa bumi, gunung meletus atau badai. Bumi juga merespon dari tindakan manusia yang merusak alam yang mengakibatkan banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, kebakaran hutan dan lain-lain. Kenyataannya kita hidup berdampingan dengan risiko bencana alam. Namun bagaimana seharusnya Moms menjelaskan tentang bencana pada Si Kecil? Moms bisa coba lakukan 6 hal di bawah ini:
-
Jelaskan tentang Risiko Bencana
Kenalkan Si Kecil macam-macam bencana alam beserta penyebabnya. Kemudian jelaskan bahaya bencana mana yang berisiko terjadi di wilayah Moms dan keluarga tinggal. Sampaikan dengan bahasa sederhana sesuai usia Si Kecil. Anak-anak tidak memerlukan informasi detil, tetapi mereka membutuhkan penjelasan yang jujur. Setelah Moms mencoba menjelaskan kemungkinan besar Si Kecil akan bertanya, maka jawablah dengan tenang. Bila Moms tidak mengetahui jawaban pastinya, ajak Si Kecil untuk mencari tahu bersama. Misalnya “Mama juga gak tahu apa yang bisa menyebabkan angin kencang, coba kita cari tahu yuk!”
-
Validasi Emosi Si Kecil
Bencana alam bisa memunculkan berbagai macam emosi seperti sedih, takut bahkan marah. Ketika Si Kecil menunjukkan emosi tersebut sampaikan bahwa tidak apa-apa bila mereka merasa sedih dan marah. Itu semua merupakan emosi wajar yang muncul di tengah situasi darurat bencana. “Mama ngerti adek merasa sedih ya lihat saudara-saudara kita rumahnya kebanjiran, Mama juga ngerasa sedih kok.” Pastikan Si Kecil merasa didengar dan diperhatikan saat menyampaikan perasaan mereka terkait bencana yang mereka lihat. Dengan begitu perlahan Si Kecil akan mulai merasa lebih tenang
-
Tunjukkan Banyak Orang Baik yang Membantu
Perlihatkan pada Si Kecil bahwa ada banyak orang baik yang menolong korban bencana. Seperti tim SAR (Search And Rescue), relawan kemanusiaan, TNI dan Polri, pemimpin wilayah serta para warga yang saling bahu-membahu menolong sesama. Sampaikan bahwa Si Kecil pun bisa ikut membantu dengan menyumbangkan donasi dan berdoa untuk para korban. Lewat aksi kemanusiaan ini Si Kecil jadi belajar tentang kepedulian dan keberanian. Langkah selanjutnya Moms juga bisa mengajak Si Kecil melakukan aksi menjaga lingkungan seperti memilah sampah, menanam pohon, atau membuat biopori di rumah, sebagai bentuk pencegahan bencana.
-
Tetap Jalankan Rutinitas
Pastikan Si Kecil tetap menjalani rutinitasnya setiap hari. Waktu makan dan tidur tidak terganggu. Tetap pergi ke sekolah dan bermain bersama teman-teman. Karena kegiatan rutin akan bantu menjaga kondisi Si Kecil tetap stabil.
-
Atur Eksposur Media
Menjelaskan bencana pada anak itu penting, tetapi jangan biarkan Si Kecil terpapar terlalu banyak khusuna berita dari lokasi bencana. Sebab Si Kecil belum memiliki kemampuan regulasi emosi yang stabil dan hal tersebut bisa berdampak pada kesehariannya. Jadi sebaiknya batasi paparan foto dan video dari lokasi bencana. Termasuk membicarakan bencana di depan anak-anak. Moms bisa mengalihkan penggunaan media untuk mencari tahu hal lain yang masih berkaitan dengan fenomena alam untuk tujuan pembelajaran.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Film Keluarga di Netflix untuk Liburan
-
Buat Rencana Darurat
Ajarkan Si Kecil mitigasi bencana yaitu upaya sistematis untuk mengurangi risiko dan memperkecil dampak buruk dari bencana. Misalnya apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa? Berlindung di bawah meja, menjauhi jendela, dan pergi ke area yang lebih aman. Atau ajak Si Kecil menyiapkan tas darurat, belajar tentang evakuasi dan pertolongan pertama.
Menjelaskan bencana pada merupakan salah satu bentuk upaya penting untuk memastikan generasi selanjutnya lebih tanggap bencana dan peduli akan kelestarian alam. Karena risiko bencana alam akan selalu ada, terutama jika perusakan alam masih terjadi di mana-mana. Semoga dengan mengajarkan Si Kecil tentang isu lingkungan, kita bisa mengembalikan kondisi alam yang asri dan kehidupan generasi masa depan lebih berkelanjutan. ~NJ