Vitamin D adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak. Berfungsi membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor yang penting untuk pertumbuhan tulang, gigi serta sistem imun tubuh. Sehingga saat tubuh tidak memiliki kadar vitamin D yang cukup, kesehatan dan pertumbuhan tulang akan terganggu. Namun dampak kekurangan vitamin D tidak hanya terbatas pada kesehatan tulang loh Moms. Kekurangan vitamin D atau disebut juga defisiensi vitamin D bisa membuat Si Kecil mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan.
Anak yang memiliki kadar vitamin D <30 nmol/L dalam darah (normalnya 30 – 100 nmol/L) cenderung berat badannya sulit naik. Karena kekurangan vitamin D akan memengaruhi hormon dan enzim yang bertugas dalam proses metabolisme tubuh, termasuk penyerapan nutrisi dan produksi energi. Dampaknya, Si Kecil akan kehilangan nafsu makan, penyerapan nutrisi terhambat dan sulit mempertahankan berat badan.
Baca Juga: Kenali Penyebab Anak Terkena Cacingan dan Cara Mencegahnya
Dampak Kekurangan Vitamin D pada Anak
Kurang vitamin D dalam darah juga menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Bisa menyerang Si Kecil yang bahkan masih bayi. Pada bayi yang mengalami defisiensi vitamin D, otot-otot tubuhnya akan terasa kaku sehingga gerakan badannya juga tampak kaku dan tegang. Sementara itu dampak kurangnya vitamin D pada anak-anak di antaranya:
- Pertumbuhan badan cenderung lambat, terutama terlihat dari tinggi badan
- Gigi tumbuh lebih lambat dibanding anak seusianya
- Anak terkena rakitis yaitu penyakit yang membuat tulang jadi lemah dan rapuh. Anak biasanya akan mengeluh nyeri pada kaki, otot terasa lemah, atau kaki tampak melengkung (membentuk O)
- Anak lebih sering rewel dan suasana hatinya berubah-ubah
- Mudah terserang nfeksi, khususnya infeksi saluran pernapasan
Penyebab Anak Kekurangan Vitamin D
Sebenarnya tubuh manusia bisa memproduksi vitamin D loh Moms. 80 persen vitamin D di dalam tubuh diproduksi saat kulit kita terpapar sinar ultraviolet B (UVB) yang berasal dari sinar matahari. 20 persen sisanya baru didapatkan dari makanan yang mengandung vitamin D. Pada bayi yang sumber makanannya masih ASI saja, Si Kecil akan mendapatkan asupan vitamin D lewat ASI ibu dan juga saat berjemur. Dengan begitu bisa kita ketahui kalau penyebab anak kekurangan vitamin D adalah:
- Kurang terkena paparan sinar matahari. Tidak rutin berjemur atau lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan.
- Kurang mendapatkan asupan makanan yang kaya akan kandungan vitamin D
- Rendahnya kadar vitamin D pada ASI
Cara Mencegah Defisiensi Vitamin D
Besarnya peran vitamin D untuk metabolisme dan kesehatan tubuh sudah semestinya jadi perhatian kita. Orang tua harus memastikan Si Kecil bisa mendapatkan asupan vitamin D yang cukup dan mencegah terjadinya defisiensi vitamin D sejak dini. Berikut ini beberapa cara yang bisa Moms lakukan:
- Ibu mengonsumsi vitamin D 600 IU saat mengandung. Untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi janin serta dapat menurunkan risiko komplikasi selama hamil.
- Ibu dan Si Kecil mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D seperti, telur, keju, hati sapi, ikan tuna, salmon, makarel, udang dan jamur.
- Rutin menjemur badan Si Kecil dan mengajaknya lebih banyak main di luar ruangan. Jemurkan badan Si Kecil di antara jam 10.00 – 15.00.
- Minum suplemen vitamin D dengan dosis sesuai usia. Misalnya untuk bayi 0 -12 bulan sebanyak 400 IU. 600 IU jika Si Kecil sudah berusia >12 bulan. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Baca Juga: 5 Cara Mengenalkan Budaya Indonesia pada Si Kecil
Dampak kekurangan vitamin D bisa menyerang siapa saja, pada usia berapa pun. Termasuk Si Kecil yang masih bayi. Jika sampai Si Kecil mengalami defisiensi vitamin D maka akan muncul masalah kesehatan yang menghambat proses tumbuh kembang Si Kecil. Oleh karena itu segera lakukan pencegahan dengan mengonsumsi makanan tinggi vitamin D dan mengajak Si Kecil berjemur rutin setiap hari. Moms bisa melakukannya di depan rumah dan tidak perlu melepaskan baju Si Kecil seluruhnya. Moms dapat menggunakan Gendongan Samping Squirrel Series yang nyaman untuk membawa Si Kecil berjemur sambil menimangnya. ~NJ